Pemimpin Seperti Inilah yang Diperlukan oleh Rakyat yang Tercabik-Cabik karena Politik Adu Domba

  • Selasa, 13 Februari 2018 16:00 WIB

Politik adu domba | IST

Intisari-Online.com – Masyarakat negeri yang terlalu lama dicabik-cabik, diadu-domba, dan dipecah belah (devide et impera) tentu sangat mendambakan kerukunan. Terutama setelah mereka capek bertikai.

Begitu pula, rakyat yang sudah muak dengan rekayasa kerusuhan yang dikobarkan dengan serbaneka sentimen primordial (suku, agama, ras), sungguh membutuhkan tata sikap-laku kebersamaan (inklusivitas) yang mentransendensi semua kepicikan suku, agama, ras.

Demikian halnya dengan publik yang tatanan dan ketertibannya diacak-acak selama puluhan tahun oleh praktik suap, korupsi, kolusi, nepotisme, dan politik uang, amat menginginkan ketentraman menyeluruh (inklusif) yang jauh dari egosentrisme kelompok dan elitisme eksklusif.

Begitulah gambaran potret masyarakat di bumi negeri dengan penduduk plural lebih dari 200 juta insan ini.

(Baca juga: Mewahnya Pesta Pernikahan 10 Hari 10 Malam Anak Raja Tambang Batu Bara Kalimantan Ini! Mobil Pengantinnya Saja Seharga Belasan Miliar!)

Sesungguhnya sebagian besar rakyat sangat mendambakan kerukunan, amat menginginkan ketentraman  yang inklusif, dan membutuhkan tata sikap-laku kebersamaan.

Oleh karena itu wajarlah rakyat yang dalam kondisi psikososial seperti itu, - sangat . membutuhkan kepemimpinan yang mamu mengejawantahkan semangat kebersamaan, tulus dalam relasi antarwarga bangsa.

Namun  kepemimpinan saja belum cukup. Kepemimpinan berspirit inklusivitas itu harus  didukung oleh seluruh warga masyarakat yang berupaya keras mendarahdagingkan semangat inklusivitas serta mewujudnyatakannya dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Nelson Mandela mungkin bisa dianggap sebagai contoh pemimpin yang sukses  mengejawantahkan inklusivitas dalam praktik kepemimpinannya.

Reporter : K. Tatik Wardayati
Editor : Ade Sulaeman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×