Nyai dan Kiai Slamet, Kerbau Sakti dari Surakarta yang Kutunya pun Diburu karena Dianggap Ikut Punya Kesaktian

  • Selasa, 13 Februari 2018 15:30 WIB

Kerbau bule keturunan Kyai Slamet | perpusnas

Intisari-Online.com – Yang dimaksud ialah kutu Nyai dan Kiai Slamet, keluarga kerbau yang dianggap sakti.

Intisari mencari apa yang mungkin menjadi latar belakang kepercayaan yang sekarang masih hidup di Surakarta itu.

Ada berita duka dari Solo. Selasa, 3 Januari 1989 yang lalu, tepat pukul 12.00 tengah hari, telah mati Nyai Slamet.

la memang tak usah disebut wafat atau meninggal. Nyai Slamet uma seekor kerbau.

(Baca juga: Mewahnya Pesta Pernikahan 10 Hari 10 Malam Anak Raja Tambang Batu Bara Kalimantan Ini! Mobil Pengantinnya Saja Seharga Belasan Miliar!)

Kalau saja ia bukan kerbau klangenan keraton, tentu kematiannya tak akan jadi berita, setidaknya bagi koran-koran lokal.

Menurut Suara Merdeka, harian terbitan Semarang yang ikut membuat peristiwa ini jadi berita, kematian kerbau bule itu disebabkan karena ia terserang masuk angin dan demam.

Sukirman, abdi dalem keraton penjaga kerbau, menyebutkan ia jelas mati karena masuk angin. Tubuhnya kaku dan ada kotoran yang menyumpal di pantat.

Menurut pengalamannya, bila demikian keadaan seekor kerbau pada waktu mati, berarti perutnya penuh angin, yang membuatnya susah berak, kentut atau menguap.

Reporter : K. Tatik Wardayati
Editor : Ade Sulaeman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×