Hukuman Gantung di Inggris Terpaksa Direvisi Gara-Gara Wanita Ini ‘Hidup Lagi’ Setelah Dihukum Mati

  • Kamis, 15 Februari 2018 06:00 WIB

Ilustrasi hukuman gantung di Inggris | Twitter

Intisari-Online.com - Pada pertengahan abad 19 para pelaku kriminal di Inggris yang dijatuhi hukuman mati merupakan kejadian biasa.

Umumnya hukuman mati dengan cara digantung dilakukan di dalam penjara dan disaksikan oleh sejumlah orang terutama para pejabat penjara, penegak hukum, dan sejumlah anggota keluarga.

Tapi dalam perkembangan berikutnya hukuman gantung di Inggris bahkan dilakukan di depan umum dan sempat menjadi “tontonan” yang menarik.

Sementara hukuman mati di Skotlandia juga dilakukan di tempat umum semacam pasar dan disebut Grassmarket serta lokasinya berada di Kota Tua Edinburgh.

Tradisi hukuman mati di Skotlandia yang dilakukan di depan masyarakat umum dan sering ditonton oleh ribuan warga itu bahkan sudah berlangsung sejak abad 16-17.

(Baca juga: Gara-Gara Terlalu Pikun, Jenderal Prancis Ini secara Tak Sengaja Malah Jadi Antek Nazi dan Terancam Hukuman Mati)

Dari tahun 1661 hingga 1688 kawasan Grassmarket yang jadi zona pembunuhan telah dipakai untuk menghukum mati lebih dari 100 orang.

Tapi di antara ratusan hukuman mati yang pernah dilaksanakan di Grassmarket ada satu peristiwa hukuman mati yang menciptakan kehebohan.

Pada 1724 seorang wanita bernama Margaret Dickson dijatuhi hukuman mati karena terbukti telah membunuh bayinya.

Namun setelah dianggap mati seusai menjalani hukuman gantung, jenazah Margaret ketika dibawa ke makam, dalam perjalanan ternyata hidup lagi.

Reporter : Agustinus Winardi
Editor : Moh Habib Asyhad

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×