Gongxi facai

Gongxi Facai bukan Selamat Tahun Baru

  • Editor : Ade Sulaeman
  • Friday, 27 January 2017
  • 06:45 pm

Ternyata ucapan Gongxi Facai bukan berarti Selamat Tahun Baru Cina.

Intisari-Online.com – Suatu pagi A Fung ingin memberikan ucapan selamat tahun baru pada neneknya.

"Popo, Gongsi Facai" begitu ucapnya ketika bertemu neneknya yang sudah tua.

Si Popo dengan agak kaget menjawab, "Fung, A Fung cucuku, nenek yang sudah tua begini enggak perlu facai lagi, yang lebih penting sehat walafiat."

Ganti si A Fung kaget, "Tapi di mana-mana orang mengucapkan itu sebagai ucapan Tahun Baru Imlek."

Begitu sering terdengar dan tertulis di spanduk kalimat dalam Bahasa Mandarin Gongxi Facai, lama-kelamaan orang mengira kalimat itu berarti "Selamat Tahun Baru". Padahal, artinya "Selamat, Semoga Kaya". Gongxi (baca: kungsi) berarti selamat, fa berarti berkembang, dan cai berarti kekayaan. Facai berarti berkembang dan menjadi kaya.

Ucapan ini mengandung suatu harapan, karena itu dapat ditambahkan kata semoga, sehingga diterjemahkan menjadi "Selamat, semoga kaya". Nenek si A Fung yang merasa ucapan "Gongxi Facai” tidak cocok untuknya.

Adakah ucapan yang maknanya "Selamat Tahun Baru Imlek"? Beberapa puluh tahun lalu penduduk keturunan Cina Hokkian masih cukup dominan di Pulau Jawa, juga di daerah seperti Medan, Palembang, ucapan yang sering terdengar adalah Sin Cun Kiong Hi. Kiong Hi berarti selamat, sin berarti baru, dan cun atau musim semi. Maknanya kira-kira "Selamat Menyambut Musim Semi". Jadi pada masa itu orang Tenglang yang sudah tidak bisa berbahasa Hokkian pun, apalagi bahasa Mandarin, akan mengucapkan "Sin Cun Kiong Hi" tanpa tahu artinya. Jadi, hampir samalah dengan keadaan sekarang, tahu bunyi tidak tahu arti.

Dari mana muncul penamaan Tahun Baru Imlek? Kata imlek berasal dari bahasa Hokkian Selatan dialek Amoi, berarti "penanggalan bulan". Jadi, kata imlek tidak mengacu kepada nama   suatu perayaan, melainkan nama penanggalan yang didasarkan pada perhitungan bulan (lunar). Nama Tahun Baru Imlek hanya muncul di Indonesia. Ini digunakan untuk membedakan dengan Tahun Baru Masehi tanggal 1 Januari. (Hermina Sutami)


Sumber : intisari edisi januari 2004

Author :

K. Tatik Wardayati

I like food

I like eat

I like cooking

Komentar

Berita Terkait

Kuliner-kuliner yang Populer di Tahun Baru Imlek, dari

Imlek sangat kental dengan makanan. Dalam tradisi Tionghoa,

Kuliner-kuliner yang Populer di Tahun Baru Imlek, dari

Imlek sangat kental dengan makanan-makanan. Dalam tradisi

Makanan Peranakan Tionghoa & Imlek: Siomai, Pia,

Kita pasti mengenal siomai, pia, bakpia? Seperti kuliner

Kebersamaan Saat Imlek Dengan Mal Taman Anggrek

Kebersamaan saat imlek dengan Mal Taman Anggrek. Untuk

Berita Lainnya

Seorang Pengendara Mobil di Kanada Tekejut Setelah

Seorang wanita pengendara mobil di Kanada kaget setengah

Tega! Pria Ini Bakar Wajah Putrinya yang Masih Berusia

Edward Herbert (43), pria asal Perth, Australia mengaku

Menyedihkan, Lima Harimau Ditemukan Beku Dalam Kulkas

Menurut polisi Vietnam, organ-organ harimau ini akan

Air Force One, Pesawat Kepresidenan AS Seharga Rp8,7

Pesawat yang dirancang khusus untuk presiden Amerika Serikat