Melihat Harga Diri Bangsa Dari Toiletnya, Jepang Memang Bikin melongo

  • Jumat, 15 Desember 2017 21:00 WIB

Toilet di Jepang menggambarkan harga diri bangsanya. | zimedia

Intisari-Online.com - Generasi tua kemungkinan besar pernah menyenandungkan lagu Sayonara. Anak-anak zaman kini banyak yang kadung cinta pada manga, bahkan belajar menggambar komik bergaya pop Jepang itu.

Para penggemar olahraga beladiri berlatih yudo, karate, atau taekwondo. Budaya Jepang sudah diadopsi oleh orang kita sampai-sampai sudah tak terasa lagi bahwa hal-hal, konsep atau benda-benda itu sebenarnya barang “impor” dari Negeri Matahari Terbit.

Seyogianya, kita tak perlu ragu meniru nilai-nilai yang memang baik. Macam semangat bushido, setia sampai mati, dari para samurai Jepang  yang mengagumkan itu.

BACA JUGA: Jalan Sunyi Jenderal Hoegeng, Jalannya Para Pemberani

Salah satu tempat Anda dapat menyaksikan bukti semangat kesetiakawanan orang Jepang adalah di toilet umum.

Sama sekali tidak ada aroma menyengat, lantai yang becek (dan kadang kala juga jorok), bangunan WC yang seadanya seperti di toilet umum di banyak tempat di Indonesia. Toilet di negara kita biasanya toilet jongkok.

Kalaupun ada toilet duduk, biasanya dudukannya sudah rusak karena terlalu sering dipergunakan untuk berjongkok, dan alat pengguyur (flush)-nya sudah tidak berfungsi.

Bagaimana orang-orang lanjut usia yang sudah sulit jongkok dapat melegakan dirinya dengan nyaman dan aman di situ, sepertinya tak ada yang peduli. Begitu pun para pengguna masih “diharuskan” membayar di meja yang tersedia.

Begitu duduk, tekan tombol

Di Jepang, kondisi toilet umum selalu bersih dan kering, tanpa aroma menyengat. Hampir semua toiletnya adalah toilet duduk.

Reporter : intisari-online
Editor : Yoyok Prima Maulana

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×