Bubur Bali, Bubur Ayam Pakai Lawar

  • Selasa, 10 Januari 2017 12:00 WIB

Bubur bali, bubur ayam plus lawar

Intisari-Online.com - Unik tapi juga enak. Itulah bubur bali. Disebut unik karena bubur ini ternyata merupakan kombinasi bubur ayam dan lawar. Dikatakan enak lantaran rasanya gurih bercampur pedas yang menjadi ciri masakan khas Bali.

Anda penggemar bubur ayam? Tak ada salahnya untuk mencoba saudara dekat bubur ayam, yakni bubur bali. Untuk mencobanya, cobalah datang ke Pasar Desa Adat Legian, di Jln. Sri Rama, Legian, Kuta, Bali. Dari Jln. Raya Legian, carilah Jln. Nakula. Begitu mendekati jembatan sungai, berisap-siaplah belok ke kanan memasuki Jln. Kresna yang berada tepat di pinggir sungai. Tak lebih dari 50 m memasuki Jln. Kresna, beloklah ke kanan untuk melewati jembatan lain dari sungai yang sama. Begitu melewati jembatan, Anda telah masuk Jln. Sri Rama, dan Pasar Desa Adat Legian berada di sisi kanan Anda.

(Kacang Asin Wajib Dibawa dari Bali )

Begitu masuk pintu pasar, Anda akan bisa melihat Warung Bu Jero. Warung ini berada di satu petak salah satu los pasar desa tersebut. Lokasinya paling pinggir yang menghadap halaman depan pasar. Untuk menempati petak itu Wayan Muryani, pemilik Warung Bu Jero, mesti membayar Rp 5.000,- per hari. Warung itu hanya berisi meja tempat menggelar masakan yang dijual dan sebuah kursi panjang dari kayu. Namun, yang dijual bukan cuma bubur. Berbagai masakan dijual di warung ini, umumnya untuk lauk. Masakan itu sudah dikemas di dalam plastik. Namun, yang istimewa tentu saja bubur balinya.

Bubur bali Bu Jero disajikan di atas ingke (piring dari anyaman lidi, Red.) dan dilapis dengan kertas makanan. Secara fisik, bubur bali Ibu Jero ini lebih kental dari bubur ayam yang biasa ditemukan di Pulau Jawa dan lebih mirip nasi tim. Ketika disajikan, bubur ini dilengkapi dengan lauk berupa ayam suwir, lawar nyuh (kelapa, Red.), sayur urap, lawar gedang (pepaya, Red), dan santan bumbu kare. Lawar nyuh adalah lawar yang terbuat dari kelapa panggang yang diparut besar-besardan santan kental. Bumbunya base selem yang terdiri atas bawang merah dan putih goreng, serta cabai. Sementara lawar gedang berbahan pepaya muda dan bumbu base selem.

(Lawar Babi Diracik Ketika Dipesan )

Rasa bubur bali Bu Jero cukup gurih. Ini tak lepas dari proses pemasakan buburnya yang sedikit berbeda dari bubur pada umumnya. Dalam proses pemasakan beras menjadi bubur Bu Jero, nama panggilan Muryani, menyertakan garam, daun pandan, dan daun salam sebagai bumbu bubur.

Meski tempatnya di pasar, langganan Ibu Jero tak terbatas pedagang dan pengunjung pasar. Wisatawan domestik dan mancanegara juga sering menjadi pembeli buburnya. "Tapi, turis yang datang ke sini rata-rata yang sudah bisa berbahasa lndonesia,"jelas istri personil pemadam kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar ini. "Harganya pun mereka sudah tahu, sehingga kami pun tidak bisa kasih harga (lebih tinggi) lagi,"tambahnya.

Mau Coba? [IGedeAgungYudana]

Sumber : ["wisata jajan bali"]

Reporter : K. Tatik Wardayati
Editor : Hery Prasetyo

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×