Jangan Nekat Menerabas Banjir Jika Tidak Ingin Kehilangan Puluhan Juta Rupiah

  • Selasa, 13 Februari 2018 19:45 WIB

Mobil yang nekat menerobos banjir | Kompas.com

Menurut Deni, kondisi lebih parah bisa terjadi jika pergerakan piston menghantam blok mesin.

Sebab bisa mengharuskan mesin diganti baru. Adapun total biaya yang dihabiskan bisa mencapai kisaran Rp50-80 juta.

“Kalau kerusakan sudah sampai merendam mesin, yang jelas harus ganti ECU (electronic control unit), ganti blok mesin. Habisnya bisa sampai Rp50 sampai Rp80 juta,” ujar Deni.

Tidak hanya kerugian materi, Deni menyebut proses pergantian mesin juga memakan waktu yang relatif lama.

(Baca juga: Yang Konyol-Konyol di Perang Dunia II: Nazi Gelar Pesawat Palsu dari Kayu dan Sekutu pun Mengebomnya Menggunakan Bom Kayu)

Karena suku cadang yang dibutuhkan bukanlah suku cadang yang langsung tersedia (fast moving) seperti halnya servis dan perbaikan biasa.

Belum lagi, lanjut Deni, pergantian mesin harus melalui proses pelaporan ke kepolisian.

Karena polisi harus mengecek nomor mesin guna memastikan riwayat pemakaiannya. Tujuannya mencegah mobil yang berstatus curian.

Karena mahalnya biaya perbaikan disertai rumitnya proses pengurusan, Deni mengingatkan pemilik mobil untuk tidak coba-coba menerobos banjir.

Solusi terbaik bila menemui banjir adalah mencari rute lain.

Reporter : intisari-online
Editor : Moh Habib Asyhad

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×