Jangan Nekat Menerabas Banjir Jika Tidak Ingin Kehilangan Puluhan Juta Rupiah

  • Selasa, 13 Februari 2018 19:45 WIB

Mobil yang nekat menerobos banjir | Kompas.com

Intisari-Online.com - Hujan sedang deras-derasnya, genangan yang kemudian jadi banjir pun muncul di mana-mana.

Dalam kondisi seperti ini, banyak dari pemilik mobil nekat menerasa genangan banjir—mereka lupa bila akibatnya bisa sangat fatal.

Bagaimanapun juga, menerobos banjir bisa menyebabkan mobil mogok.

Dalam kondisi tertentu, mogoknya mobil bisa memaksa pemilik mengeluarkan puluhan juta bila ingin mobilnya kembali normal.

Menurut Service Manager Bengkel Auto2000 GDC Depok Deni Andrian, kerusakan pada mobil yang bisa menyebabkan kerugian hingga puluhan juta adalah water hammer.

Water hammer adalah kondisi ketika air masuk ke ruang pembakaran di dalam mesin.

(Baca juga: Berkah Orang Makan Pecel Lele Saat Banjir: Warung Cak Hendrix Viral dan Pembelinya Membludak)

Jalur masuk air paling memungkinkan biasanya dari saringan udara yang terlalu dekat dengan genangan air yang meninggi, ataupun dari cipratan air.

Kerusakan akibat water hammer adalah bengkoknya setang piston yang juga berpotensi merusak komponen lainnya.

“Jadi kalau masuk air terus mesin mati, salah satu penyebabnya bisa karena tendangan air ke piston sehingga pistonnya patah,” kata Deni saat ditemui Kompas.com, Selasa (6/2).

Reporter : intisari-online
Editor : Moh Habib Asyhad

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×