Terkuak, Asal-usul Hiu Hantu Misterius

  • Rabu, 11 Januari 2017 12:00 WIB

Hiu Hantu | NCAA

Intisari-Online.com - Selama bertahun-tahun, para ilmuwan kesulitan menempatkan hiu hantu atau dikenal juga sebagai chimaera dalam pohon evolusi kehidupan karena penampilannya yang membingungkan. Namun, kini asal-usul hiu hantu misterius itu sudah terkuak.

Chimaera termasuk keluarga ikan laut dalam yang tubuhnya tidak ditopang oleh tulang keras, melainkan tulang rawan. Hewan ini memiliki ciri mata yang besar, sirip seperti sayap burung, dan gigi pipih untuk menggilas makanan.

Para ilmuwan memperkirakan ada hampir 50 spesies hiu hantu yang hidup di lautan seluruh dunia. Sayangnya, hewan ini jarang terlihat karena kecenderungannya untuk hidup di laut dalam.

(Hiu Berkepala Dua Terus-menerus Ditemukan dan Tak Ada yang Tahu Apa Penyebabnya)

Meski sering disebut sebagai hiu hantu karena penampilan yang hampir serupa, chimaera bukanlah hiu. Hewan ini telah mengalami penyimpangan evolusi dari leluhur yang sama dari hiu jutaan tahun lalu.

“Chimaera dekat dengan hiu dan pari, tetapi selalu ada ketidakpastian ketika kita menilik lebih dalam pada saat titik percabangan evolusi mereka,” kata pemimpin studi, Michael Coates dari University of Chicago.

Teka-teki tentang hewan misterius tersebut tak kunjung terungkap karena penelitian terhadap chimaera sulit dilakukan. Penyebabnya, fosil chimaera sangat langka karena kerangka yang terdiri dari tulang rawan sulit berubah menjadi fosil.

Terungkap berkat fosil tengorak

Asal-usul hiu hantu misterius
Rekonstruksi Dwykaselachus oosthuizeni, ikan purba yang merupakan chimaera awal.

Kini, berkat fosil tengkorak berusia 280 juta tahun milik spesies Dwykaselachus oosthuizeni yang ditemukan di Afrika Selatan, para ilmuwan berhasil menyingkap asal-usul chimaera. Fosil tengkorak tersebut merupakan satu dari sedikit fosil Dwykaselachus yang utuh selama fosilisasi.
Rekonstruksi Dwykaselachus ...Rekonstruksi Dwykaselachus oosthuizeni, ikan purba yang merupakan chimaera awal. (Kristen Tietjen)

“Ketika pertama kali melihatnya, saya terpesona. Spesimen ini sangat luar biasa,” kata Coates.

Sumber : []

Reporter : Hery Prasetyo
Editor : Hery Prasetyo

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×