Mirip Hewan Mitos Jepang, Ikan Paus Ini Diduga Sebagai Spesies Baru

Mirip Hewan Mitos Jepang, Ikan Paus Ini Diduga Sebagai Spesies Baru

  • Editor : Bramantyo Indirawan
  • Friday, 29 July 2016
  • 08:00 am

Seekor bangkai ikan paus ditemukan pada tahun 2014 dengan kemiripan seperti hewan mitos Jepang bernama karasu. Kini penelitian dilakukan untuk melihat apakah mamalia laut tersebut merupakan spesies baru.

Intisari-Online.com – Seekor bangkai ikan paus ditemukan terdampar di pantai daerah Pulau St. George, Alaska pada tahun 2014 silam. Menurut popsci.com, para peneliti Jepang yang menemukannya mengira mahluk tersebut adalah ikan berparuh bernama Baird. Ternyata mereka sadar bahwa ikan itu memiliki bentuk kepala yang berbeda, warna lebih tua, dan keseluruhan tidak bisa mengidentifikasinya. Lantas ikan apa itu?

Sejak dahulu kala, pemburu paus Jepang selalu membicarakan ikan berparuh seperti Baird akan tetapi memiliki tubuh yang lebih kecil dan gelap. Mereka memanggilnya dengan nama karasu atau gagak. Deskripsi mamalia laut tersebut dapat dibilang sama dengan apa yang ditemukan dua tahun itu. Apakah karasu telah ditemukan?

Penemuan yang berada di Samudra Pasifik itu diteruskan oleh Phillip Morin dari NOAA yang berdomisili di California, Amerika Serikat pada tahun 2016 ini. Dari bangkai yang ditemukan, Morin bersama timnya mengambil sampel untuk menyimpan dan membandingkan sebagai uji coba. Bersama berbagai tim yaitu Institusi Smithsonian yang menyediakan tulang, Museum Sejarah Alam Los Angeles, dan SMA Unalaska di Alaska, tim tersebut melakukan sebuah penelitian.

Hasilnya adalah rilisan jurnal di Marine Mammal Science yang menghasilkan jalan menuju penamaan spesies baru.  

“Cukup menarik apabila kita berpikir di tahun 2016 ini, kita masih menemukan berbagai hal di dunia kita. Bahkan mamalia yang memiliki panjang 20 kaki lebih.” Ungkap Morin saat ditanyakan oleh National Geographic Amerika Serikat.

Seperti yang dibilang oleh Morin, masih banyak yang perlu dicari, dieksplorasi, dan diketahui. Mengingat laut merupaka massa air luas yang belum terjamah sepenuhnya, tidak heran ada spesies baru yang bisa ditemukan seperti karasu.

(popsci.com/nationalgeographic.com/sciencedaily.com)

Author :

Bramantyo Indirawan

Jatuh cinta pada dunia sinema, budaya, musik serta euforia, segalanya yang post-modern, komedi hitam, dan nostalgia.

Man is born free, and everywhere he is in chains - J. J. Rousseau

Komentar

Berita Terkait

Menyeramkan! 7.000 Gelembung Gas Metana di Siberia Ini

Benjolan di permukaan tanah di kawasan Siberia ini berisi

Yang Mau Mencicipi Apple, Ini Ada Ipad dengan Harga

Produk Apple dikenal dengan harganya yang lebih mahal

Kini Xiaomi Dapat Memproduksi 1 Smartphone Setiap 1

Setelah membangun pabrik keduanya di India, Xiaomi mengklaim

Mulai dari iPhone 7 Red Sampai Aplikasi Clip, Inilah 6

iPad baru, iPhone 7 Red, aplikasi Clip, Apple Watch baru,

Berita Lainnya

Menyeramkan! 7.000 Gelembung Gas Metana di Siberia Ini

Benjolan di permukaan tanah di kawasan Siberia ini berisi

Yang Mau Mencicipi Apple, Ini Ada Ipad dengan Harga

Produk Apple dikenal dengan harganya yang lebih mahal

Kini Xiaomi Dapat Memproduksi 1 Smartphone Setiap 1

Setelah membangun pabrik keduanya di India, Xiaomi mengklaim

Mulai dari iPhone 7 Red Sampai Aplikasi Clip, Inilah 6

iPad baru, iPhone 7 Red, aplikasi Clip, Apple Watch baru,