Serangan Dadakan atau Invasi, Ini Untung-Rugi dari Pilihaan Taktik Perang AS untuk Lumpuhkan Korut

  • Jumat, 14 April 2017 11:30 WIB

Kim Jong Un dan pasukan Korut yang sangat loyal | www.cnn.com

Intisari-Online.com - Jika AS jadi menyerang Korea Utara strategi tempur yang digunakan hanya ada dua, serangan dadakan (pre-emptive war) atau invasi.

Untuk melancarkan dua taktik tempur itu AS dan sekutunya, Korea Selatan, sudah siap.

(Semenanjung Korea Memanas: Inilah Perbandingan Kekuatan Militer AS, China, Korsel dan Korut)

Sementara serangan menggunakan taktik senyap dengan cara mengirim pasukan khusus sulit dilakukan mengingat ketatnya penjagaan pasukan di Korut.

Selama ini Korut diketahui telah melakukan uji ledakan bom nuklir sebanyak lima kali dan sebentar lagi akan melakukan uji ledakan keenam.

Tujuan uji ledak nuklir keenam itu adalah sebagai respon atas manuver kekuatan tempur AS yang digelar di Semenanjung Korea.

Sekaligus sabagai penggertak bagi AS bahwa Korut memang memiliki bom nuklir yang siap digunakan.

(Tak Peduli dengan Ancaman AS yang Direstui China, Korut Tetap Uji Coba Tembakkan Rudal Balistik)

Jika militer AS mau melancarkan serangan dadakan menggunakan rudal seperti di Suriah dan pesawat pengebom dari udara ke Korut sebenarnya sudah bisa dilakukan.

Pasalnya jika alasannya hanya karena Korut memilik bom nuklir juga  sudah bisa dibuktikan. Korut sendiri ketika melakukan uji coba bom nuklir selalu dilakukan secara terang-terangan.

Sumber : ["dari berbagai sumber"]

Reporter : Agustinus Winardi
Editor : Ade Sulaeman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×