Sudah Tak Ada Harganya, Uang Venezuela Diubah Jadi Barang Kerajinan sehingga Punya Nilai Lebih Mahal

  • Senin, 12 Februari 2018 20:30 WIB

Mata uang Venezuela yang sudah tidak ada harganya | Kompas.com

Dikatakan Rojas, sebuah kerjinan topi dari uang kertas membutuhkan sekitar ratusan bolivar. Jumlah tersebut hanya bisa untuk membeli satu pak rokok.

Namun setelah dijadikan sebuah topi dapat terjual hingga 300 ribu bolivar dan cukup untuk membeli sekilo daging.

“Saya bisa saja menggunakan kertas bekas majalah atau koran, tapi lembaran uang kertas lebih baik karena tidak berharga, ukurannya sama dan saya tidak perlu membuang waktu memotong-motongnya,” ujar dia.

(Baca juga: Melirik Bisnis Kerajinan Sepeda Bambu yang Melaju Hingga Eropa)

Jose Leon, seorang ilustrator, memiliki cara berbeda untuk menaikkan nilai lembaran uang kertas bolivar.

Pria berusia 26 tahun itu menjadikan uang kertas sebagai pengganti kanvas.

Leon melukis wajah tokoh di lembaran uang kertas dan mengubahnya menjadi karakter Star Wars atau menggunakan susunan uang kertas untuk melukis pemandangan.

Orang asing bersedia membayar hingga 14 poundsterling (sekitar Rp264 ribu) untuk setiap "karya seni uang" kreasinya.

Dengan cara itu Leon telah menaikkan nilai uang kertas Venezuela hingga 50 kali lipat.

Ribuan orang Venezuela yang putus asa berusaha meninggalkan Venezuela dan mencoba masuk wilayah Kolombia untuk menghindari kelaparan dan tingkat kejahatan yang melonjak karena krisis ekonomi.

Reporter : intisari-online
Editor : Moh Habib Asyhad

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×