Soal Selebaran Sosialisasi Bayar Pajak Mengutip Injil, Ini Penjelasan Ditjen Pajak

  • Selasa, 10 Oktober 2017 10:00 WIB

Selebaran sosialisasi membayar pajak mengutip ayat dari Injil, kitab suci agama Kristen. | kontan.co.id

Intisari-Online.com - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mengklarifikasi perihal selebaran sosialisasi membayar pajak yang dipersoalkan karena mengutip ayat dari Injil, kitab suci agama Kristen.

Direktur P2P Humas Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Iqbal Alamsyah, melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Senin, menyebutkan, materi selebaran itu sudah dibuat pada program pengampunan pajak atau amnesti pajak dan dari perspektif semua agama.

Menurut dia, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dalam mensosialisasikan pajak memanfaatkan berbagai sarana dan berusaha menjangkau sebanyak mungkin masyarakat, termasuk umat beragama.

"Salah satunya dengan membuat materi berupa selebaran sosialisasi pajak dari perspektif agama yang diakui di Indonesia," kata dia.

Sosialisasi progam pengampunan pajak yang digunakan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan di antaranya menerbitkan selebaran.

Menurut dia, selebaran yang mengutip ayat dari Injil itu merupakan tinjauan pajak dari perspektif agama Kristen.

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan juga membuat selebaran sosialisasi pajak dari perspektif agama Islam, Hindu, Buddha dan Khonghucu.

Materi dalam selebaran itu, kata dia, sudah ada sejak awal 2017 dan telah diedarkan pada saat sosialisasi program pengampunan pajak.

"Dalam pembuatan selebaran sosialisasi dari perspektif agama itu, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan melibatkan para penulis-penulis buku dari masing-masing agama," katanya.

Reporter : intisari-online
Editor : Ade Sulaeman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×