Kwik Kian Gie: Terus Berinvestasi Meski Modal Langka, Indonesia akan Alami Resesi Menyakitkan

  • Kamis, 12 Oktober 2017 12:00 WIB

Presiden Joko Widodo (jokowi) meresmikan peletakan batu pertama pembangunan rusunami 9.000 unit di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (27/4/2017). | kompas.com

Intisari-Online.com - Ekonom sekaligus politikus senior Kwik Kian Gie mengatakan, ekonomi Indonesia saat ini tengah menuju tahap resesi.

Hal itu ditandai dengan langkanya modal saat kegiatan investasi tinggi.

Kwik menyebut, kondisi ekonomi di Indonesia yang terjadi saat ini sejalan dengan teori overinvestment.

Menurutnya, inti dari teori overinvestment adalah kegiatan investasi selalu lebih besar dari tabungan yang menyebabkan pembiayaan investasi dilakukan dengan menggunakan kredit dari bank.

"Artinya, selama gelombang pasang, pembentukan modal sendiri atau equity capital tertinggal dibandingkan dengan kesempatan dan gairah investasi," kata Kwik saat paparan dalam seminar nasional di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie, Jakarta, Rabu (11/10).

(Baca juga: Faisal Basri: Pemerintah Tak Disiplin Kelola Fiskal, Pembangunan Infrastruktur Wajib Di-reschedule)

(Baca juga: Ribut-ribut Dana Haji untuk Infrastruktur, Malaysia Sudah Memakainya Sejak 1980-an)

(Baca juga: Utang Pemerintah Mencapai RP3.673 Triliun: Pilih Tambah Utang atau Infrastruktur Semakin Tertinggal)

Meski demikian, kemampuan bank dalam memberikan kredit memiliki batas.

Suatu saat nanti, kredit bank akan berkurang sehingga investasi akan berkurang, dan krisis dimulai.

Reporter : intisari-online
Editor : Ade Sulaeman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×