(Foto) Untuk Bertahan Hidup, Para Pengungsi Korban Kekejaman Boko Haram pun Kembali ke Sistem Barter

  • Minggu, 14 Januari 2018 14:00 WIB

Aisha Umaru menyajikan sebaskom susu saat Umari Usman Kaski memegang kayu bakar | Independent

Intisari-Onilne.com - Dengan uang yang kian menipis, barter menjadi solusi lebih dari 21 ribu pengungsi di kamp Bakasi untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Selama 8 tahun pemberontakan Boko Haram di timur laut Nigeria menyebabkan sekitar dua juta orang mengungsi, sebagian tetap di Nigeria dan sebagian yang lain ke luar negeri.

Boko Haram adalah kelompok yang ingin mendirikan kekhalifahan Islam, mereka menafsirkan Islam dengan cara mereka sendiri, yang menghalalkan kekerasan, berdasarkan ajaran pendirinya, Mohammed Yusuf.

"Kami tidak mendapatkan uang, itu sebabnya kami melakukan barter," kata seorang pengungsi, Umaru Usman Kaski, dilansir dari Independent pada Sabtu (13/1).

Baca Juga: Kocak, Inilah Gaya-gaya 'Nyeleneh' Orangtua yang Menirukan Foto Selfie Anak Mereka, Dijamin Bikin Kita Tertawa

Baca Juga: Keren! Koper Ini Bisa Berjalan Sendiri Mengikuti Pemiliknya, Sudah Dijual di Pasaran

undefined
Aisha Umaru Gaye memegang labu

Barter itu biasanya meliputi, seikat kecil kayu bakar ditukar dengan susu, semangkuk ikan-ikan kecil ditukar dengan minyak goreng, dan lain sebagainya.

undefined
Falmata Ahmadu menukar semangkuk jagung untuk sayuran bayam Musa Ali Wala

Lebih dari 670 ribu orang tinggal dalam kamp-kamp pengungsian. Kamp Bakasi sendiri  terletak di pinggiran kota Maiduguri di Borno, Nigeria.

undefined
Mohammed Ali memegang tomat dan beberapa daun sayuran

Dugaan korupsi dana bantuan oleh pejabat pemerintah, sukarelawan, dan tentara juga merebak.

undefined
Isa Zakariya Audu memegang potongan kayu bakar sementara Kakaye Ahmadu Maikifi memegang sepiring okra

Foto-foto ini diambil oleh Afolabi Sotunde, fotografer Reuters.

undefined
Famta Musa Tamaha memegang peti telur
undefined
Zainab Umar memberi pasta kacang kedelai parboiled ke Aisha Jaule dengan imbalan spaghetti

Reporter : Muflika Nur Fuaddah
Editor : Muflika Nur Fuaddah

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×