Tragis! Demi Memanjakan Turis, 70.000 Anjing Dibantai Setiap Tahun

  • Senin, 19 Juni 2017 16:30 WIB

Penjual sate anjing keliling. | abc.net.au

Intisari-Online.com -  Bali merupakan taman bermain bagi masyarakat Australia. Setiap tahun lebih dari 1 juta turis Australia datang ke Bali.

Namun, di balik gurihnya devisa itu, tersimpan cerita yang perih.

(Baca juga: Cerita Marc Ching Menyelamatkan Seribuan Anjing dari Festival Makan Daging Anjing di China)

Ya, demi memanjakan lidah turis, sekitar 70.000 anjing di Bali dibantai dengan brutal. Hewan-hewan itu ditangkap dengan kejam dan kemudian disembelih tidak jauh dari pantai tempat turis-turis menikmati keindahan pantai Bali.

Banyak cara dipakai untuk menangkap anjing itu. Salah satunya dengan racun. Ini menjadi problem tersendiri.

“Mengonsumsi daging yang terkontaminasi racun bertentangan dengan hukum,” kata direktur kampanye Animals Australia, Lyn White.

Di Bali kebanyakan anjing diolah menjadi sate. Menu ini mudah dijumpai di banyak tempat, mulai dari warung pinggir jalan hingga restoran. Sate RW begitu ia populer disebut.

Demi menjajakan dagangannya itu, penjual kadang membohongi pembeli.

Seperti yang diungkapkan oleh ABC, ketika beberapa turis menanyakan apakah sate yang dijual seorang pedagang itu sate anjing, ia mengatakan bahwa satenya adalah sate ayam.

“Saya suka sate, selama itu bukan anjing,” kata turis itu yang kemudian memakan sate yang tak dinyananya itu adalah sate anjing.

Sumber : ABC

Reporter : Agus Surono
Editor : Agus Surono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×