Belum Reda Derita Akibat Rentetan Badai, AS Kembali Menderita Akibat Kebakaran Hebat di California

  • Jumat, 13 Oktober 2017 16:00 WIB

Amukan api di kota Napa | dailymail.co.uk

Intisari-Online.com - Kebakaran hutan yang melanda kawasan sentra penghasil anggur di California Utara, AS yang mulai terjadi pada hari Minggu (8/10/2017) telah menyebabkan 23 warga tewas, 300 hilang, dan lebih dari 20.000 warga terpaksa mengungsi.

Akibat amukan api yang membakar hutan demikian hebat dan sulit dipadamkan lalu membakar pemukiman warga California, lidah-lidah api yang terus bergerak cepat itu, menurut warga AS benar-benar mirip bencana yang diakibatkan oleh serangan rudal nuklir.

Sebanyak 35.000 bangunan baik milik pemerintah, fasilitas umum, maupun rumah-rumah warga telah mengalami kehancuran total .

Ketika pemandangan kehancuran itu di ambil melalui udara situasinya memang tidak berbeda dengan suasana kota Hiroshima atau Nagasaki yang pernah dijatuhi bom atom oleh AS pada PD II.

Menurut keterangan dari Gubernur California Utara, Jerry Brown seperti disampaikan kepada dailymail.co.uk, kota-kota yang telah menjadi kawasan darurat bencana akibat amukan kebakaran hutan antara lain Napa, Sonoma, Yupa, Butte, Lake, Mendocino, Nevada, dan Orange.

(Baca juga: Berdasarkan Jumlah Korban Tewas, Inilah 10 Badai yang Paling Mematikan yang Pernah Tercatat dalam Sejarah)

(Baca juga: Bila Hati Nurani Sudah Bekerja Kita Mau Apa? Polisi Ini Tetap Bantu Evakuasi 1.500 Warga Korban Badai Harvey Meski Menderita Kanker Stadium 4)

(Baca juga: (Foto) Puerto Rico Jadi Kota Porak-Poranda Akibat Badai Maria, Warga Pun Pilih Kabur ke AS)

Untuk memadamkan api yang terus mengamuk hingga hari Kamis (12/10) pemerintah California Utara telah mengerahkan sekitar 8.000 petugas pemadam kebakaran dan 820 truk pemadam, serta lebih dari 100 pesawat pemadam kebakaran.

Tapi upaya untuk sekedar menghambat pergerakan api ternyata sulit dilakukan.

undefined
Kota pun jadi puig akibat kebakaran hutan di California

Reporter : Agustinus Winardi
Editor : Ade Sulaeman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×