Sepenggal Kisah Asmara: Ketulusan Cinta Rahwana yang Menggetarkan Jiwa

  • Rabu, 14 Februari 2018 12:45 WIB

Lukisan Basuki Abdullah yang menggambarkan pertarungan Rahwana melawan Jatayu saat menculik Sinta. | ist

Intisari-online.com - Rahwana adalah Penjahat. Rama adalah pahlawan. 

Kredo yang sudah mendarah daging ini mungkin benar. 

Namun dalam urusan cinta, sekali lagi dibatasi dalam urusan cinta, kredo tersebut mungkin bisa diperdebatkan.

Karena saya percaya bahwa manusia itu punya dua sisi (tidak ada yang sepenuhnya hitam, tidak ada yang sepenuhnya putih).

Coba sekarang kita melihat dari sisi Rahwana atau dari sisi orang lain yang kita tak bisa melihatnya.

BACA JUGA: Tanda-tanda Pasangan Hanya Memanfaatkan Anda, Salah Satunya Mungkin Sedang Anda Rasakan

Dalam sebuah epik diceritakan, Rahwana mencintai satu wanita, Dewi Sinta namanya.

Sang waktu akhirnya mempertemukannya dengan Sinta yang sayangnya sudah menjadi istri Rama, Raja Ayodya, karena memenangi sayembara di Kerajaan Mantili.

Melihat cinta sejatinya sudah menjadi milik orang lain, Rahwana tinggap punya dua pilihan: merelakannya atau merebutnya dengan taruhan apa pun, bahkan nyawa.

Dan, Rahwana memilih pilihan kedua.

Reporter : Yoyok Prima Maulana
Editor : Yoyok Prima Maulana

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×