Rutin Bersedekah Kasih Sayang, Yeni Merasa Hidupnya Jadi Lebih Lapang dan Dimudahkan

  • Jumat, 2 Februari 2018 10:45 WIB

Yeni Dewi Mulyaningsih | Dok. Komunitas Taufan

Intisari-online.com - Yeni Dewi Mulyaningsih (43) terlihat begitu sibuk saat berada di area ruang bedah anak (Bch) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Tangan dan mulutnya tak henti bergerak, memberikan instruksi untuk memastikan pasien dan keluarganya agar mendapatkan segala keperluannya. 

Sambil tersenyum, Yeni menyapa Hasmiana (37) dan Asyila (5) yang berada di ruang tunggu Bch.

Yeni menanyakan kondisi Asyila yang sebelumnya mesti bolak-balik ke rumah sakit karena penyakit miastenia gravis (penyakit autoimun kronis  berakibat pelemahan otot) yang dideritanya.

BACA JUGA: Kisah Keanu Reeves yang Mengiris Hati, Anomali Selebritas Holywood 

Yeni bukanlah dokter ataupun perawat. Ia pendiri Komunitas Taufan, sebuah komunitas yang peduli terhadap hidup anak-anak penderita kanker dan penyakit berisiko tinggi lainnya.

Hari itu, Yeni bersama relawan lainnya, mengunjungi beberapa pasien anak di RSCM. 

Berdirinya komunitas ini bermula saat Yeni kehilangan buah hatinya, Taufan (5), karena leukimia tipe AML. Selama dua tahun Yeni mesti bolak balik rumah-RSCM untuk menemani anaknya melawan penyakit tersebut.

Sayang, Tuhan berkendak lain. Kanker darah itu akhirnya merenggut nyawa buah hatinya.

BACA JUGA: Satu Bulan Sebelum Serangan Jantung, Tubuh Memberikan 6 Tanda Ini

Reporter : Ilham Pradipta M.
Editor : Yoyok Prima Maulana

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×