Pemulung Itu Ternyata Seorang Veteran Operasi Seroja yang Dulu Bertugas di Timor Timur

  • Minggu, 13 Agustus 2017 09:00 WIB

Veteran Operasi Seroja | Kompas.com

“Mulanya saya hanya warga biasa. Waktu saya membantu TNI, saya membantu angkut barang tukang cuci, tukang masak TNI. Terakhir di bengkel militer dan persenjataan militer,” ujarnya.

Atas loyalitasnya, tahun 2008, Muahir kemudian mendapatkan surat pengesahan sebagai Veteran Pembela Kemerdekaan dari Menteri Pertahanan yang saat itu dijabat Juwono Sudarsono.

(Baca juga: Tatang Koswara Sniper Terbaik Dunia Asal Indonesia 25 Tahun Bungkam Soal Misi Rahasia di Timor Timur)

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah, saya mendapat perhatian dari pemerintah, saya dapat dana kehormatan veteran setiap bulannya Rp 750.000,” ucap Muahir.

Saat ini, rumahnya yang sederhana ini sedang direnovasi karena masuk ke program renovasi rumah veteran dari TNI.

Walau demikian, Muahir tidak malu bekerja sebagai pemulung untuk mencari penghasilan tambahan demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Operasi Seroja

Operasi Seroja dimulai pada tanggal 7 Desember 1975 ketika militer Indonesia masuk ke Timor Timur dengan alasan anti-kolonialisme.

Penggulingan pemerintahan Fretilin yang tengah populer dan singkat memicu pendudukan selama seperempat abad dengan kekerasan di mana sekitar 100-180.000 tentara dan warga sipil diperkirakan tewas atau menderita kelaparan.

 

Reporter : intisari-online
Editor : Moh Habib Asyhad

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×