Meski Honornya Cuma Rp200 Ribu, Susi Susanti Ikhlas Mengajar 6 Kelas Anak-anak di Perbatasan Seorang Diri

  • Senin, 12 Februari 2018 16:00 WIB

Susi Susanti sendirian mengajar 6 kelas anak-anak di Perbatasan | Kompas.com

Intisari-online.com - Ini adalah cerita tentang Susi Susanti, guru SD Filial 004 Seimenggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimatan Utara.

Ia menjadi satu-satunya guru yang masih bertahan memberikan bekal masa depan kepada puluhan anak anak eks-TKI dari Malaysia itu. Dari kelas 1 hingga kelas 6 ia ajar seorang diri.

Meski hanya berukuran 4 X 4 meter, di ruang tersebut menampung siswa dari 3 kelas, yaitu kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Jika masuk semua siswanya masuk sekolah, satu bangku bisa ditempati lebih dari 3 anak.

Begitu pun dengan ruang kelas di sebelahnya yang dihuni siswa kelas 4, kelas 5, dan kelas 6. Hal yang membedakan hanya jenis papan tulis yang digunakan kelas 6 menggunkan spidol.

Keterbatasan ruang membuat Susi Susanti, lulusan SMA yang sudah 4 tahun terakhir mengabdikan diri mengajar di SD filial 004 Seimenggaris, menggabung 3 kelas dalam satu ruangan.

(Baca juga: Hampir Membuatnya Berhenti Mengajar, Guru Ini Justru Mengadopsi Murid Nakal Itu)

Ruangan pertama menampung kelas 1 sampai kelas 3, sementara ruang sebelahnya berisi siswa kelas 4 hingga kelas 6.

”Kelas digabung, karena kita hanya punya 2 ruang kelas. Sejak dibangun memang hanya ada 2 ruang kelas,” ujarnya ketika Kompas.com berkunjung bersama rombongan anggota DPRD Nunukan, Jumat (09/2) lalu.

Dengan pakaian yang sangat sederhana, Susi dengan sabar mengajari anak-anak, ia terlihat lebih lama memberi penjelasan soal pelajaran berhitung kepada kelas 2. Sementara di bangku yang bersebelahan, siswa kelas 1 sedang mencoba menulis huruf.

Karena hanya memiliki 2 papan tulis, biasanya dia menulis soal untuk 2 kelas di papan tulis kemudian menjelaskan pelajaran untuk satu kelas. Namun, tugasnya hari ini lebih berat karena kapur tulis yang biasa digunakan untuk membuat soal di papan tulis habis sejak 2 hari lalu.

Reporter : intisari-online
Editor : Moh Habib Asyhad

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×