Kartini: Jika Murid Ditertawakan, Mereka Akan Tutup Mulut, dan Tutup Mulut Diikuti Tutup Hati!

  • Jumat, 21 April 2017 10:30 WIB

patung kartini | 2.bp.blogspot.com

Intisari-Online.com - Setiap orang mengetahui, dan merasai, betapa sedikitnya bantuan medis yang bisa diperoleh di Hindia-Belanda.

Pegawai dan guru mestinya bisa membantu dalami hal ini.

Di sekolah pangreh praja dan guru selayaknya diberi pelajaran baru sebagai tambahan: ilmu kesehatan dan membalut.

Pernah ada seorang anak tergilas trem; dokter terdekat dengan tempatnya lebih daripada dua jam perjalanan; si anak memang dibawa ke sana, tetapi dia mati kehabisan darah di tengah jalan, hanya karena tidak ada orang yang tahu cara membalut luka.

Pimpinan masyarakat hendak nya membagi pengetahuan mereka mengenai kesehatan dan kebersihan kepada kepala-kepala desa, sehingga di desa bukan tidak ada apa-apa, melainkan ada sesuatu.

Guru di sekolah pun harus mengajarkan pengetahuan mereka mengenai kesehatan kepada murid-murid mereka.

Di sekolah pangreh praja dan guru harus ada perpustakaan yang lengkap, kalau bisa, dengan buku-buku dalam tiga bahasa: Jawa, Melayu, dan Belanda.

Perpustakaan itu seyogyanya berisi buku-buku yang mengembangkan akal dan: budi, memberi pangan jiwa, merangsang dan memperkaya pengetahuan.

Sedapat mungkin murid dirangsang cinta mereka kepada kesusastraan.

Tapi agar menghasilkan buah, kesusastraan haruslah dibaca dengan bimbingan guru yang juga mempunyai apresiasi terhadap kesusastraan.

Reporter : Ade Sulaeman
Editor : Ade Sulaeman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×