Ingin Bolos Kerja? Survei Menyatakan 8 Alasan Bolos Ini Dianggap Paling Masuk Akal oleh Atasan

  • Selasa, 6 Februari 2018 19:00 WIB

UKM Sering Jadi Korban Pencurian oleh Karyawannya Sendiri

Intisari-Online.com – ‘Kebiasaan’ para karyawan menggunakan sakit sebagai alasan bolos kerja ternyata sudah tepat.

Sebab, sebuah penelitian menemukan bahwa tidak masuknya karyawan dengan alasan sakit dianggap paling masuk akal oleh atasan.

Penelitian yang dilakukan perusahaan asuransi AXA ini bahkan membuat daftar penyakit yang dianggap paling masuk akal oleh atasan.

Di mana flu, yang merupakan alasan yang paling banyak digunakan para karyawan, ternyata paling dianggap masuk akal oleh atasan.

(Baca juga: Inilah Sisi Gelap Seseorang Berdasarkan Zodiaknya, Jangan Takut dan Malu Mengakuinya)

Bahkan, meski para atasan mengakui bahwa terkadang orang yang sedang terserang flu masih dapat masuk kantor dan bekerja.

Berikut ini delapan alasan bolos kerja karena sakit yang dianggap paling masuk akal oleh atasan:

  • Flu: 41.6 %
  • Sakit pinggang: 38.5 %
  • Luka akibat kecelakaan: 38.2 %
  • stres: 34.5 %
  • Operasi ringan: 35.2 %
  • Depresi: 34.5 %
  • Demam: 23.8 %
  • Migrain: 21.7 %

(Baca juga: Anak Anda Tak Bisa Diam dan Suka Lompat-lompat? Jangan Khawatir! Itu Pertanda Anak Anda Punya Kecerdasan Kinestetik)

"Perusahaan harus menyikapi alasan-alasan yang dinilai tidak masuk akal, baik untuk kepentingan perusahaan ataupun untuk karyawan itu sendiri," kata Glen Parkinson dari AXA.

Dia melanjutkan, dalam beberapa kasus, karyawan yang mengambil hari libur untuk beristirahat total dan kemudian sembuh di esok hari akan lebih produktif ketimbang mereka yang memaksakan diri untuk tetap masuk kantor dan mengambil izin setengah hari lalu pulang.

Menurut Parkinson, hal ini disebabkan karena karyawan yang sakit berpotensi untuk menyebarkan penyakit mereka ke rekan kerja yang lain.

Jadi bila Anda merasa tidak enak badan, sebaiknya ambil satu hari libur ketimbang menjadi tidak produktif dengan masuk ke kantor hanya setengah hari. 

(Baca juga: Potret Pendidikan di Finlandia: Waktu Belajar Hanya 3 Jam, Tak Ada PR dan Ujian, tapi Jadi yang Terbaik di Dunia)

Reporter : intisari-online
Editor : Ade Sulaeman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×