Terkait dengan Kerusakan Otak, Satu dari 10 Bahaya 'Multitasking' yang Wajib Kita Tahu

  • Rabu, 24 Agustus 2016 06:30 WIB

Terkait dengan Kerusakan Otak, Satu dari 10 Bahaya 'Multitasking' yang Wajib Kita Tahu

Intisari-Online.com - Saat ini, sebagian besar dari kita kerap melakukan multitasking. Kita menggunakan telepon sambil bermain game, mengirim email, membuka media sosial, sekaligus menonton televisi. Multitasking telah menjadi rutinitas sebagian besar dari kita.

Tapi penelitian baru memperlihatkan bahwa multitasking memiliki konsekuensi yang mengkhawatirkan yang tidak ringan, sebagaimana terbukti dalam daftar berikut sebagaimana dirangkum oleh psikolog dari AS, Guy Winch Ph.D.

1. Multitasking dikaitkan dengan kerusakan otak. Sebuah penelitian baru menemukan orang-orang yang sering melakukan beberapa hal sekaligus memiliki pengurangan materi abu-abu di otak mereka. Materi ini terkait dengan kontrol kognitif dan regulasi motivasi dan emosi.

2. Multitasking dapat menyebabkan masalah memori. Studi tahun 2016 menemukan bahwa multitasking menyebabkan kelemahan memori baik memori jangka pendek maupun panjang.

3. Multitasking dapat menyebabkan orang kehilangan kemampuan untuk membedakan antara distraksi yanh penting dan tidak penting.

4. Multitasking dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.  Dua puluh persen remaja New York dilaporkan terganggu oleh perangkat mobile mereka ketika mereka sedang berjalan di pedisterian. Korban orang dewasa yang berjalan kaki lalu tertabrak hanya sepuluh persen.

5. Multitasking menyakiti (mempengaruhi) nilai Anda. Sebuah studi tentang multitasking di sekolah menemukan, siswa yang sering melakukan beberapa pekerjaan sekaligus mendapat nilai lebih rendah saat ujian.

6. Multitasking dapat menyebabkan jatuh dan patah tulang. Sebuah studi menemukan multitasking lebih sering melanda lansia perempuan dan menyebabkan naiknya kasus mereka terjatuh dan patah tulang, secara signifikan.

7. Multitasking dapat membahayakan hubungan Anda. Sudah jelas, sibuk bermain ponsel akan mengurangi kepuasan hubungan Anda dengan pasangan.

8. Multitasking meningkatkan stres kronis. Sebuah studi pada  mahasiswa menemukan bahwa siswa yang sering multitasking, memiliki skor stres lebih tinggi dibanding mahasiswa yang tidak sering multitasking.

Reporter : MeetDoctor
Editor : MeetDoctor

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×