Bahaya di Balik Makanan Sehat

Bahaya di Balik Makanan Sehat

  • Editor : MeetDoctor
  • Saturday, 08 August 2015
  • 06:00 am

Berbagai makanan yang memang terbukti membawa manfaat suatu jenis nutrisi seringkali disebut dan direkomendasikan sebagai makanan sehat. Hal ini dilakukan atas dasar keberadaan satu jenis nutrisi tersebut saja, dan seringkali tidak memaparkan bahaya yang tersimpan jika berbagai makanan ini dikonsumsi secara berlebihan. Salah satu kerusakan yang dapat ditimbulkan adalah kerusakan pada kondisi otak dan kemampuan memori seseorang.

Intisari-Online.com - Berbagai makanan yang memang terbukti membawa manfaat suatu jenis nutrisi seringkali disebut dan direkomendasikan sebagai makanan sehat. Hal ini dilakukan atas dasar keberadaan satu jenis nutrisi tersebut saja, dan seringkali tidak memaparkan bahaya yang tersimpan jika berbagai makanan ini dikonsumsi secara berlebihan. Salah satu kerusakan yang dapat ditimbulkan adalah kerusakan pada kondisi otak dan kemampuan memori seseorang.

Berbagai jenis makanan tersebut meliputi:

1.Tahu  

Sebuah penelitian di jurnal  Dementia and Geriatric Cognitive Disorders diiterbitkan dengan hasil penelitian pada 719 orang Indonesia pria dan wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahaw konsumsi tahu lebih dari sembilan porsi perminggu dapat meningkatkan risiko gangguan kognitif dan kehilangan memori. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan dan dugaan sementara ini, kandungan pitoestrogen dalam tahu, jika terlalu banyak dikonsumsi, dapat merusak fungsi otak. Penelitian yang sama menunjukkan hasil sebaliknya untuk tempe. Tempe ternyata dapat meningkatkan kemampuan mengingat seseorang. 

 
2. Sodium

Asupan sodium yang tinggi jika dibarengi dengan rendahnya aktivitas fisik berpengaruh buruk terhadap kemampuan kognitif. Dalam sebuah penelitian di Kanada terhadap relawan berusia 67-84 tahun yang mengonsumsi makanan rendah sodium, moderat dan tinggi, ditemukan adanya perubahan kognitif paling nyata terlihat pada mereka yang rendah aktivitas fisiknya. Relawan yang rendah aktivitas fisik dan asupan sodiumnya, menunjukkan kemunduran kemampuan kognitif yang paling lambat. Rendah aktivitas fisik tapi tinggi sodium menghasilkan kemunduran kemampuan kognitif yang paling cepat. Berita baiknya; olahraga rutin mampu melawan efek buruk sodium terhadap otak dan kardiovaskular.

 
3. Lemak Trans

Satu lagi alasan untuk menjauhi lemak ini. Sebuah studi ilmiah yang dipublikasikan oleh  jurnal PLoS One menemukan bahwa lemak trans berhubungan dengan kesulitan otak mengingat kata-kata. Pada studi yang diikuti oleh 1.018 relawan yang mengonsumsi 3.8 gram- 27.7 gram lemak trans perhari dan saat diminta untuk mengingat serangkaian kata-kata, terbukti bahwa kemampuan mengingat relawan berkurang sebanyak kira-kira 0,76 kata. Atau dengan kata lain, mereka yang paling tinggi asupan lemak transnya hanya mampu mengingat 65 kata sementara rata-rata relawan mnpu mengingat hingga 85 kata.

4. Ikan tuna

Ikan tuna memang sering disebut sebagai makanan super sehat. Tapi ternyata, ikan favorit ini dapat menyebabkan gangguan memori. Menurut jurnal Integrative Medicine, orang yang mengonsumsi lebih dari tiga porsi tuna  perminggu atau ikan apapun yang memiliki rantai makanan yang panjang seperti ikan bass, hiu dan ikan pedang memiliki risiko penurunan kemampuan kognitif. Hal ini disebabkan oleh tercemarnya makanan ikan-ikan oleh merkuri dan zat berbahaya lain yang mengendap dalam tubuh ikan-ikan tersebut.

5. Lemak Jenuh

Para peneliti  dari  University of Montreal menemukan bahwa pola makan tinggi lemak jenuh dapat merusak mood, meningkatkan risiko kecanduan obat, dan nafsu makan berlebih. Lemak jenuh terbukti merusak sistem mesolimbik yang mengatur produksi hormon dopamin di otak. Bagian otak inilah yang mengatur motivasi dan perasaan yang berpengaruh terhadap mood dan kecenderungan ketergantungan obat dan meningkatnya nafsu makan tadi. Kesimpulan yang sama juga dinyatakan oleh jurnal Neuropharamacology. Sebaliknya pola makan yang sarat lemak tak jenuh seperti yang ada di minyak zaitun dapat bermanfaat dalam mempertahankan emosi yang lebih stabil dan nafsu makan lebih terkontrol. (LT)

Ditinjau oleh: dr. Nina Amelia Gunawan

 

Sumber: Meetdoctor.com

Author :

MeetDoctor

Komentar

Berita Terkait

Berbahayakah Kram Diafragma yang Gejalanya Berupa

Kram diafragma umumnya memang dapat menyebabkan nyeri dada

Bisakah Kita Dipidana Jika Tanpa Sadar Membeli Barang

Apakah seseorang dapat dipidana jika tanpa sadar telah

Kasus Perjanjian Kawin Yang Tak Sah Ini Penting untuk

Apa yang harus dilakukan jika Perjanjian Kawin belum

Melaporkan Kasus ke Disnaker

Ketika seorang karyawati dengan waktu kerja berlebih dan

Berita Lainnya

Cara Ampuh Berhenti Merokok, Perokok Wajib Baca!

Simak langkah-langkah berikut ini, untuk meninggalkan

Apakah Perbedaan Korupsi, Pencucian Uang dan

Sebenarnya apa perbedaan korupsi dan pencucian uang? Apakah

Berniat Resign? Pahami Aturan tentang Uang Komisi

Sales sebuah perusahaan ini mengundurkan diri. Bagaimana

Berbahayakah Kram Diafragma yang Gejalanya Berupa

Kram diafragma umumnya memang dapat menyebabkan nyeri dada