Gaji Kecil dan Tidak Ada Libur Namun Keinginan untuk Keluar Dipersulit? Ini Dia Cara Melaporkan Kasus ke Disnaker

  • Selasa, 7 Februari 2017 19:01 WIB

Melaporkan Kasus ke Disnaker

Intisari-Online.com -

TanyaAda seorang karyawati bekerja di sebuah toko besar elektronik. Bekerja 7 hari penuh walaupun 1 hari libur tapi sudah diganti dengan bekerja 14 jam (1 hari). Gajinya di bawah UMR, tidak cuti, tidak ada liburan hari raya khusus. Hanya tanggal merah. Bekerja sehari rata-rata 10 jam. Harus bertanggung jawab/mengganti barang hilang, padahal gudangnya ada di lantai 1 - 4. Ia mau mengundurkan diri namun disuruh menunggu sampai ada perhitungan barang lagi/tutup buku. Akhirnya niat itu menggantung.

Untuk mencari pengganti terasa sulit karena tanggung jawab pekerjaan yang begitu besar (mengawasi 4 lantai seorang diri plus mengurus pelaporan, pengiriman, bengkel, service, dll) sementara gaji tidak memadai. Mohon bantuan penghitungan pesangon dan bagaimana bila dilaporkan ke Disnaker? (tidak ada surat kontrak).

Terimakasih banyak. Tolong hitung-hitungan tanpa lembur, tanpa cuti. Albertus Nanga (albertusnanga@****.com

(Baca juga: Studi: Perokok Sulit Mendapat Pekerjaan dan Cenderung Mendapat Gaji Kecil)

(Baca juga: Ingin Naik Gaji? Kenapa Tidak (Sekalian) Pindah Kerja Saja?)

(Baca juga: Tak Perlu Takut untuk Minta Naik Gaji, Simak Saja 5 Tips Ini!)

 

Jawab:

Terima kasih untuk pertanyaan Bapak Albertus kepada kami. Sebelumnya akan kami coba rangkum permasalahan yang tertuang di dalam pertanyaan Bapak, yaitu:

  • Waktu kerja yang melebihi ketentuan Undang-undang.
  • Hak Pekerja untuk mengundurkan diri yang dilarang oleh pengusaha.
  • Hak-hak yang didapat ketika Pekerja mengundurkan diri.
  • Proses pelaporan kepada Disnaker.

Untuk itu kami akan membahasnya secara satu per satu.

1. Terhadap ketentuan waktu kerja diatur di dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, yaitu:

  • 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1(satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu; atau
  • 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.

Apabila pengusaha mempekerjakan pekerjanya melewati dari ketentuan waktu di atas maka pengusaha berkewajiban untuk membayar upah lembur, sebagaimana tertuang di dalam Pasal 78 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Untuk formulasi dari pembayaran upah lembur diatur di dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan transmigrasi No. Kep-102/MEN/VI/2004 Tahun 2004 Tentang Waktu Kerja Lembur Dan Upah Kerja Lembur.

  1. Terhadap Hak Pekerja untuk mengundurkan diri pada dasarnya diperbolehkan dan diatur di dalam Pasal 162 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, namun dengan persyaratan tertentu, yaitu:

1) Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai pengundurran diri;

2) Tidak terikat ikatan dinas;

3) Tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri.

Reporter : Agus Surono
Editor : Agus Surono

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×